• February 20, 2020

Tips Agar Kendaraan Tidak Jadi “Bodong” Karena STNK Mati

STNK mati

Photo: Carmudi

Pemerintah melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akhirnya memberlakukan penghapusan atau blokir data kendaraan bagi yang tidak melakukan registrasi ulang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) selama dua tahun berturut-turut sejak masa berlaku lima tahunan berakhir. Dengan begitu, sebagus apa pun kendaraan yang kamu miliki, pasti akan jadi “bodong” karena sudah tidak lagi punya kelaikan untuk mengaspal di mata hukum.

Adapun pemberlakukan peraturan yang “mengerikan” ini merupakan realisasi dari Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 pasal 110. Pada UU Nomor 22 disebutkan bahwa ada dua dasar penghapusan registrasi kendaraan, yaitu berdasarkan permintaan pemiliki dan pertimbangan pejabat berwenang tentang registrasi kendaraan. Di ayat 2 pada pasal ini disebutkan pula penghapusan registrasi kendaraan bisa dilakukan jika kendaraan rusak berat sehingga tidak bisa digunakan dan pemiliki tidak melakukan registrasi minimal dua tahun setelah habis masa berlaku STNK 5 tahunan.

STNK mati
Photo: Media Indonesia

Jika kamu punya kendaraan yang terawat dan masih layak digunakan, tentu sangat disayangkan jika berakhir jadi rongsokan karena “bodong”, bukan? Nah, jika tidak ingin hal ini terjadi sebaiknya simak tips berikut ini supaya kendaraan kesayangan tetap punya kekuatan hukum untuk melintas di jalanan:

1. Jangan lupa untuk melakukan registrasi ulang STNK setiap tahun. Pastikan catat masa tenggangnya agar tidak mati masa berlakunya untuk menghindari denda.

2. Jika tidak bisa datang ke kantor SAMSAT karena sibuk atau malas antri, gunakan layanan e-Samsat atau aplikasi Samsat Online Nasional (Samolnas) untuk pembayaran pajak kendaraan dan pengesahan STNK tahunan secara elektronik.

3. Kalau kamu termasuk orang yang gaptek atau gagap teknologi, bisa lakukan registrasi ulang dan bayar pajak tahunan dengan metode drive thru dengan membawa identitas asli seperti BPKB, STNK, dan KTP asli. Layanan ini tersedia di beberapa Samsat dan lokasi publik lainnya, di mana kamu cukup masuk antri, masuk ke loket pertama, langsung bayar, dan selesai dalam waktu kurang lebih 5 menit saja.

4. Jika kamu telanjur lupa melakukan registrasi ulang dan bayar pajak di tahun-tahun sebelumnya, pastikan segera bayar sebelum masuk jatuh tempo selanjutnya. Biasanya, beberapa daerah punya kebijakan pemutihan atau diskon dari total denda yang kamu terima. Jadi, dimanfaatkan saja program-program seperti ini. Jangan sampai STNK kamu benar-benar mati dan akhirnya tidak bisa dihidupkan lagi selamanya.

5. Dalam proses penghapusan data kendaraan secara permanen, pihak kepolisian akan mengirimkan kamu surat peringatan tiga bulan sebelum berakhirnya waktu dua tahun matinya STNK kamu, dilanjutkan dengan peringkatan kedua untuk jangka satu bulan, dan surat peringatan ketiga. Jangan pernah menunggu surat peringatan datang ke kamu, langsung saja lakukan registrasi ulang karena setelah satu bulan sejak kamu menerima surat peringatan ketiga maka kendaraan kamu telah masuk dalam daftar penghapusan.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera urus surat-surat kepemilikan kendaraan kamu biar tidak jadi “bodong”, Roaders!

Read Previous

Nyentrik! Honda C70 Low Rider Suket Teki Nusakambangan

Read Next

Dituduh Beri Informasi Palsu, Volkswagen Polandia Didenda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *